Senin, 29 Desember 2008

GURU DAN IPM

GURU MEMPUNYAI KONTRIBUSI BESAR TERHADAP RENDAHNYA IPM

Rendahnya IPM Indonesia dengan menduduki 111 dari 120 negera hasil penelitian UNDP pada tahun 2004 maka pendidikan memberikan pengaruh besar terhadap rendahnya IPM tersebut begitu juga dengan tingginya tingkat ketidak lulusan pada Ujian Nasional tahun pelajaran 2004-2005. Guru mempunyai kontribusi besar terhadap rendahnya IPM dan tingginya tingkat kelulusan tersebut. ada 6 hal yang menyebabkan rendahnya mutu guru Indonesia diantaranya :
Permasalahan dan Tantangan Guru Indonesia

1. Jumlah pendidik dan tenaga kependidikan yang belum memadai untuk memenuhi perluasan akses dan pemeratan terutama dalam menuntaskan wajib belajar 9 tahun
2. Distribusi guru yang tidak merata yang menumpuk di daerah-daerah perkotaan
3. Kualifikasi dan kompetensi yang belum memenuhi standar nasional pendidikan
4. Masih banyaknya guru yang mengajar tidak sesuai dengan bidang keahliannya (mismatch), yaitu sekitar 15%
5. Masih rendahnya kesejahteraan guru yang secara ideal menerima gaji bulanan sebesar Rp. 2,5 juta per bulan.
6. Kualitas output LPTK belum optimal


Sementara pendapatan guru PNS perbulan rata-rata sebesar Rp 1.500.000,- Guru Bantu Rp, 460.000,00 dan guru honorer di sekolah swasta rata-rata Rp 10.000,- per jam pelajaran kalau mengajar 20 jam hanya mendapar Rp 200,000,- dengan pendapatan seperti ini maka kebanyakan guru melakuka pekerjaan lain diluar mengajar ada yang mengajar lagi di sekolah lain ,yang memberilak Les pada sore hari, menjadi tukang ojeg,Pedagang Mie Intastan Rebus, pedagang buku/LKS. Voucer, dll.


2. Kualifikasi dan kompetensi guru belum memenuhi standar .hal ini kurangnya pndidikan lanjutan dan pengetahuan tambahan karena terbatasnya daya beli guru dan tidak memiliki dana untuk pendidikan lanjutan. Sementara pemerintah jarang melaksanakan pelatihan-pelatihan kepada guru kalaupun ada penataran lebih berorientasi mkepada proyek. Berdasartkan hasil penelitian balitbang PDIP tahun 2004 guru yang tidak layak menyajar mencapai 40.4 % .oleh karena itu selain kesejah teraan guru Pemerintah juga harus memperhatikan peningkatan mutu guru dengan mengalokasikan dana ynag memadai. Melihat kesibukan guru untukm enafkahi keluarganya maka konsentrasi untuk mengajar menjadi terganggu.




UNDER CONSTRUCTION

Tidak ada komentar:

Posting Komentar